Ngomong-ngomong soal KPK, saya jadi ingat waktu salah satu guru di sekolah saya bilang bahwa untuk mengatasi korupsi di negeri ini sebetulnya tidak usah repot-repot. Cukup sediakan kolam/bak berukuran besar di depan Monumen Nasional (Monas) lalu mengumpulkan para koruptor di dalam kolam/bak tersebut dan menjadi ajang rekreasi tambahan di Monas untuk melihat langsung wajah-wajah para koruptor.
Itu memang hal lucu, yang memang membuat saya tertawa juga waktu itu. Tapi kalo menurut saya sendiri, masalah korupsi di negeri ini bisa di cegah atau di atasi dari jenjang pendidikan terlebih dahulu. Karena menurut saya SISTEM PENDIDIKAN itu yang menentukan potret dari sebuah bangsa.
Saya sempat membaca sebuah artikel tentang negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Di negara tersebut bahkan pernah di katakan jikalau kita memarkir mobil tanpa di kunci dan meninggalkan barang-barang berharga di dalamnya, kita tidak perlu takut akan dicuri.
Dari perkataan tersebut sudah bisa di simpulkan, jikalau mobil dan barang berharga dapat di tinggal dengan aman tanpa perlu takut akan di curi. Apalagi dalam sistem pemerintahan, pastinya tidak akan ada istilah "Mencuri Uang Rakyat" atau yang biasa kita kenal dengan istilah "Korupsi'.
Salah satu cara yang diterapkan adalah tidak adanya standar Nasional kecukupan minimal untuk nilai masing-masing pelajaran, dikarenakan tiap anak memiliki kecepatan belajar yang berberda-beda dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yang berbeda. Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK, jadi setiap sekolah wajib memenuhi STANDA ETIKA MORAL NASIONAL sebagai pondasi dasar membentuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Dengan begitu, pastilah moral bangsa di negeri ini akan menjadi lebih baik. Lihat saja para koruptor yang tampaknya semakin hari semakin banyak saja wajah-wajah baru yang bermunculan di televisi sebagai koruptor. Kita juga haruus merubah cara berpikir orang-orang pada saat ini yaitu untuk "Sukses". Menurut saya prinsip seperti ini tidak benar, melainkan kita harus mencintai pekerjaan yang kita miliki maka sukses yang akan menghampiri kita.
Sebagai contoh para siswa yang lebih senang mencontek untuk mendapat nilai besar, karena yang mereka pikirkan adalah "Nilai Besar=Sukses" dan maraknya koruptor yang sebenarnya sama dengan hal itu karena dengan semakin banyak kekayaan yang dimiliki=Sukses. Oleh karena itu kita harus saling merubah cara berpikir ini.
Kembali lagi dengan tujuan saya menulis ini yaitu Andai Aku Menjadi Ketua KPK, saya akan menerapkan hukum yang lebih tegas seperti bagi terdakwa korupsi untuk di sita seluruh kekayaan yang dimiliki, dan menjadikan hasilnya sebagai uang negara dan memenjarakan seumur hidup. Dan tidak keringanan hukuman untuk terdakwa tersebut. Masa pencuri buah yang sebenarnya diakibatkan karena kondisi ekonomi yang sangat terjepit hukumannya bisa lebih berat dari pencuri uang negara yang mencuri hingga trilyunan. Itu tentunya tidak logis bukan?
Lalu mengurangi kegiatan studi banding ke luar negeri yang biasa dilakukan para anggota DPR yang justru malah jadi ajang jalan-jalan sedangkan hasil dari studi banding tersebut NIHIL.
Baiklah sekian dulu pendapat dari saya.. semoga kasus korupsi di negeri bisa tuntas dan menjadikan negeri ini lebih maju... Sekian..
Itu memang hal lucu, yang memang membuat saya tertawa juga waktu itu. Tapi kalo menurut saya sendiri, masalah korupsi di negeri ini bisa di cegah atau di atasi dari jenjang pendidikan terlebih dahulu. Karena menurut saya SISTEM PENDIDIKAN itu yang menentukan potret dari sebuah bangsa.
Saya sempat membaca sebuah artikel tentang negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Di negara tersebut bahkan pernah di katakan jikalau kita memarkir mobil tanpa di kunci dan meninggalkan barang-barang berharga di dalamnya, kita tidak perlu takut akan dicuri.
Dari perkataan tersebut sudah bisa di simpulkan, jikalau mobil dan barang berharga dapat di tinggal dengan aman tanpa perlu takut akan di curi. Apalagi dalam sistem pemerintahan, pastinya tidak akan ada istilah "Mencuri Uang Rakyat" atau yang biasa kita kenal dengan istilah "Korupsi'.
Salah satu cara yang diterapkan adalah tidak adanya standar Nasional kecukupan minimal untuk nilai masing-masing pelajaran, dikarenakan tiap anak memiliki kecepatan belajar yang berberda-beda dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yang berbeda. Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK, jadi setiap sekolah wajib memenuhi STANDA ETIKA MORAL NASIONAL sebagai pondasi dasar membentuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Dengan begitu, pastilah moral bangsa di negeri ini akan menjadi lebih baik. Lihat saja para koruptor yang tampaknya semakin hari semakin banyak saja wajah-wajah baru yang bermunculan di televisi sebagai koruptor. Kita juga haruus merubah cara berpikir orang-orang pada saat ini yaitu untuk "Sukses". Menurut saya prinsip seperti ini tidak benar, melainkan kita harus mencintai pekerjaan yang kita miliki maka sukses yang akan menghampiri kita.
Sebagai contoh para siswa yang lebih senang mencontek untuk mendapat nilai besar, karena yang mereka pikirkan adalah "Nilai Besar=Sukses" dan maraknya koruptor yang sebenarnya sama dengan hal itu karena dengan semakin banyak kekayaan yang dimiliki=Sukses. Oleh karena itu kita harus saling merubah cara berpikir ini.
Kembali lagi dengan tujuan saya menulis ini yaitu Andai Aku Menjadi Ketua KPK, saya akan menerapkan hukum yang lebih tegas seperti bagi terdakwa korupsi untuk di sita seluruh kekayaan yang dimiliki, dan menjadikan hasilnya sebagai uang negara dan memenjarakan seumur hidup. Dan tidak keringanan hukuman untuk terdakwa tersebut. Masa pencuri buah yang sebenarnya diakibatkan karena kondisi ekonomi yang sangat terjepit hukumannya bisa lebih berat dari pencuri uang negara yang mencuri hingga trilyunan. Itu tentunya tidak logis bukan?
Lalu mengurangi kegiatan studi banding ke luar negeri yang biasa dilakukan para anggota DPR yang justru malah jadi ajang jalan-jalan sedangkan hasil dari studi banding tersebut NIHIL.
Baiklah sekian dulu pendapat dari saya.. semoga kasus korupsi di negeri bisa tuntas dan menjadikan negeri ini lebih maju... Sekian..
http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/287/Byan%20Caesarsi%20Kusuma.html
BalasHapus